IMITASI BUDAYA HALLYU DALAM ARUS GLOBALISASI DAN MASYARAKAT SIBER: ANALISIS TEORI IMPERIALISME BUDAYA HERBERT SCHILLER

Authors

  • Halla Sayyidah Muflichah
  • Dessy Listiana Saputri

Keywords:

Hallyu, imitasi budaya, globalisasi, imperialisme budaya, masyarakat siber

Abstract

Fenomena Hallyu atau Korean Wave telah menjadi salah satu fenomena budaya
global paling berpengaruh di abad ke-21, memengaruhi berbagai aspek kehidupan
masyarakat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan
menganalisis proses imitasi budaya Hallyu di Indonesia dalam konteks globalisasi
dan masyarakat siber, menggunakan kerangka teori imperialisme budaya Herbert
Schiller. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dan analisis
deskriptif-kualitatif terhadap data sekunder yang diperoleh dari jurnal ilmiah,
artikel akademik, dan laporan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
penyebaran budaya populer Korea melalui media digital, seperti YouTube, TikTok,
Netflix, dan Instagram, memfasilitasi proses imitasi budaya secara masif. Proses ini
berdampak positif dalam meningkatkan kreativitas, memperluas wawasan lintas
budaya, dan mendorong pertumbuhan industri kreatif; namun juga membawa
konsekuensi negatif seperti krisis identitas, konsumerisme berlebihan, dan
homogenisasi budaya. Analisis menggunakan teori Schiller menunjukkan bahwa
fenomena Hallyu mencerminkan bentuk imperialisme budaya yang bekerja secara
halus melalui media global, meskipun berasal dari negara non-Barat. Kajian ini
menegaskan pentingnya literasi budaya dan sikap kritis generasi muda untuk
memfilter pengaruh budaya asing, serta perlunya penguatan budaya lokal di tengah
arus globalisasi.

Downloads

Published

2025-04-25